Kalimat diatas memang agak janggal kita dengar … tapi bagi aku kata itu merupakan sebuah support yang mendalam banget. Setiap tindak tandukku akan selalu berpacu pada yang diatas baik dalam kehidupan sosial, karir, maupun keadaan financial – ku.

Benarkah kebahagian diukur dengan banyaknya kita ketawa … hahahaha?, ato banyaknya uang yang kita punya sekarang ini? $$$$ ?. Semua orang mempunyai jawaban yang berbeda2 tergantung dari sudut pandang mereka memandang apa itu kebahagiaan.

Bagiku  … bahagia adalah perasaan pada saat saya tidak memikirkan tentang semua kehidupan fana (duniawi) ini. Tapi setelah menjadi orang yang notabene – nya saya harus bersosialisasi maka kebahagian yang saya dapat harus terbentuk materi dan kepuasan akan semua kebutuhan baik moral maupun spiritual terpenuhi semuanya. jadi menurut saya kebijakan yang harus saya raih adalah memenuhi semua kebutuhan moral/spiritual tanpa melakukan adharma … agar tercapai suatu kebahagian duniawi yang tidak kekal.

(hahahahaha…. mudah2an kalian nda bingung dengan statement saya ini… saya cuman mencurahkan arti kebahagian dari sudut pandang saya yang sudah dicemari dengan pengaruh duniawi ).

Suksma

Bawa